Pusat publikasi dan referensi artikel ilmiah, jurnal, maupun buku di bidang halal untuk mendukung riset, inovasi, dan pengembangan ekosistem halal Indonesia.
Menampilkan karya dari bidang Pengembangan Bisnis.
Abstrak Transformasi industri halal global menunjukkan bahwa keberhasilan suatu industri tidak lagi hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap standar halal, tetapi juga oleh kemampuannya dalam menerapkan prinsip keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Artikel ini memperkenalkan Green Halal Industry Index (GHII) sebagai sebuah kerangka konseptual yang mengintegrasikan halal compliance dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mengukur kualitas keberlanjutan industri halal secara lebih komprehensif. GHII dibangun berdasarkan empat dimensi utama, yaitu Halal Compliance, Environmental Responsibility, Social Responsibility, serta Governance and Digitalization. Kehadiran indeks ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan indikator industri halal yang selama ini masih berfokus pada sertifikasi halal dan capaian ekonomi, sehingga belum mampu menggambarkan kontribusi industri terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial. Artikel ini juga menjelaskan landasan filosofis GHII dalam perspektif maqashid syariah, model pengukuran indeks, peluang implementasi pada UMKM halal, serta roadmap pengembangannya menuju standar nasional dan global. GHII diharapkan dapat menjadi instrumen pelengkap sistem jaminan produk halal yang mendorong transformasi industri halal menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global. Selain itu, indeks ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor pengembangan standar industri halal berkelanjutan di era ESG. Gagasan ini muncul karena kebutuhan akan instrumen yang mampu mengintegrasikan kepatuhan syariah dengan prinsip keberlanjutan modern secara utuh. Kata Kunci: Green Halal Industry Index (GHII), Industri Halal, ESG, Keberlanjutan, Halal Compliance, UMKM Halal, Maqashid Syariah
Dr. Hadi Peristiwo, S.E., M.M., IPLCM
Halal Insight Academy
Promoting halal businesses become urgent, as the global halal economy is projected to exceed USD 5 trillion by 2030, and Indonesia is of key contributor. However, despite the high entrepreneurial intention among university students, their participation in halal business activities is comparatively low. This study aims to examine the influence of religiosity on halal entrepreneurial intention in Indonesian Muslim students. Entrepreneurial attitudes, risk-taking propensity, and self-efficacy are considered as mediating variables between religiosity and halal entrepreneurial intention. Data were collected from 378 Muslim students at 47 private universities in West Java and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The structural model explained the variance in halal-based entrepreneurial intentions, with an R-squared of 0.654, indicating that religiosity and the mediator variables together explain approximately 65.4% of the variance in entrepreneurial intentions. The direct path coefficient demonstrates that religiosity significantly affects entrepreneurial attitudes (β = 0.606, p = 0.000), risk-taking propensity (β = 0.591, p = 0.000), self-efficacy (β = 0.653, p = 0.000), and intention to engage in halal entrepreneurship (β = 0.293, p = 0.000). All three mediating paths are statistically significant, with self-efficacy and entrepreneurial attitudes showing the strongest indirect effects (β = 0.156 each), followed by risk-taking propensity (β = 0.091). These results show that self-efficacy is the most influential factor, suggesting that higher religiosity is associated with greater self-confidence, moral resilience, and motivation for running a business in accordance with sharia principles. These findings extend the Theory of Planned Behavior (TPB) into an Islamic context and have implications for universities and policymakers in designing halal entrepreneurship education.
pusdatin bpjph
BPJPH

Publikasikan artikel, jurnal, atau buku untuk membagikan wawasan dan berkontribusi mendukung ekosistem jaminan produk halal di Indonesia
Publikasikan Karya Anda